LIVE
IN BERKISAN 2016
Selama satu minggu, tepatnya tanggal 23-30 oktober 2016. Siswa-siswi
kelas 12 SMA Yos Sudarso Karawang mengikuti kegiatan live in di daerah
Berkisan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Peserta yang mengikuti kegiatan
live in berjumlah 117 orang ditambah dengan 6 guru pendamping. Pada tanggal 23
Oketobe 2016 Sebelum berangkat, kami kumpul terlebih dahulu di Gereja Kristus
Raja untuk diberi pengarahan dan lalu berangkat menuju Jogja.
Hari pertama kami tiba di Jogja tepatnya di dusun pajangan, kami
berkumpul terlebih dahulu di Pos live in untuk diberikan pengarahan dan saling
bersapa dengan penduduk didusun tersebut. Setelah saya medapatkan pamong yang
bernama Pas Istihyar yang bekerja sebagai penamban pasir di kali urang, kami
langsung menuju rumah Pa Istihyar untuk beristirahat terlebih dahulu. Setelah saya menaruh barang-barang saya dikamar, saya langsung membantu pamong saya untuk membetulkan mobil truknya yang biasa digunakan sehari-hari untuk mengangkut pasir di kali urang. Kemudian saya dan Hosea membelikan keperluan untuk mobil pamong saya diluar dusun dengan menggunakan sepeda ontel.
Hari kedua saya mengarit disawah dengan pamong kenny dan sugi, setelah selesai mengarit disawah, lalu kami diajak untuk beristirahat sejenak di angkringan. Kemudian kami pulang dan langsung mengecat rumah orang tua pamongnya sugi dan kenny.
Hari ketiga saya bangun jam 03.00 WIB untuk pergi ke kali Kerasak untuk menambang pasir dengan Pa Istihyar. Ketika saya tiba di tempat mengangkut pasir, saya langsung membantu kuli untuk memasukan pasir ke bak truk pa Istihyar. Setelah selesai, saya langsung diajak ke tempat lain utuk memindahkan pasir. Kemudian kami pulang dan mampir terlebih dahulu untuk sarapan pagi di warteg.
Hari keempat saya membantu pak Istihyar untuk menebang pojon dirumahnya, setelah selesai saya latihan gamelan bersama-sama dengan teman. Kemudian saya bersosialisai dengan warga sekitar dan bermain dengan teman-teman.
Hari kelima kami semua berkumpul dilapangan untuk joging mengelilingi dusun-dusun yang ada di pajangan. Setelah itu kami bermain futsal dengan anak-anak laki yang lainnya. Malamnya kami berkumpul di pos live in untuk mengadakan acara perpisahan dan ada beberapa penampilan dari warga karang kepuh.
Hari keenam kami meninggalkan dusun pajangan untuk kembali ke Karawang. Intinya selama saya tinggal di dusun pajangan, saya sangat memaknai hidup. Kita harus bekerja keras untuk membahgiakan orang disekitar kita, kita juga harus belajar disiplin dan tidak menghambur-hamburkan uang yang kita miliki, karena mencari duit itu sangat susah dan butuh perjuangan.
Hari kedua saya mengarit disawah dengan pamong kenny dan sugi, setelah selesai mengarit disawah, lalu kami diajak untuk beristirahat sejenak di angkringan. Kemudian kami pulang dan langsung mengecat rumah orang tua pamongnya sugi dan kenny.
Hari ketiga saya bangun jam 03.00 WIB untuk pergi ke kali Kerasak untuk menambang pasir dengan Pa Istihyar. Ketika saya tiba di tempat mengangkut pasir, saya langsung membantu kuli untuk memasukan pasir ke bak truk pa Istihyar. Setelah selesai, saya langsung diajak ke tempat lain utuk memindahkan pasir. Kemudian kami pulang dan mampir terlebih dahulu untuk sarapan pagi di warteg.
Hari keempat saya membantu pak Istihyar untuk menebang pojon dirumahnya, setelah selesai saya latihan gamelan bersama-sama dengan teman. Kemudian saya bersosialisai dengan warga sekitar dan bermain dengan teman-teman.
Hari kelima kami semua berkumpul dilapangan untuk joging mengelilingi dusun-dusun yang ada di pajangan. Setelah itu kami bermain futsal dengan anak-anak laki yang lainnya. Malamnya kami berkumpul di pos live in untuk mengadakan acara perpisahan dan ada beberapa penampilan dari warga karang kepuh.
Hari keenam kami meninggalkan dusun pajangan untuk kembali ke Karawang. Intinya selama saya tinggal di dusun pajangan, saya sangat memaknai hidup. Kita harus bekerja keras untuk membahgiakan orang disekitar kita, kita juga harus belajar disiplin dan tidak menghambur-hamburkan uang yang kita miliki, karena mencari duit itu sangat susah dan butuh perjuangan.
